I.
Pengantar
Untuk layanan pengetahuan, strategi
keuangan dan penganggaran adalah dua sisi dari koin yang sama. Mereka yang
bertanggung jawab manajemen untuk layanan pengetahuan harus terlebih dahulu
mengidentifikasi apa pekerjaan mereka akan menyediakan-produk, jasa dan
konsultasi yang akan berasal dari fungsi layanan pengetahuan. Pada saat yang
sama, mereka harus mengidentifikasi pendukung dan juara dengan siapa mereka
dapat berbagi antusiasme mereka untuk pekerjaan yang mereka lakukan. (Guy
St Clair dan Martina J. Reich1 )
Kebanyakan manajer yang segaja
putus asa dalam mengelolah anggaran pribadi didalam perpustakaan yang secara
efektif. Bahkan berfikir menghindari tanggung jawab yang diberikan oleh
lembaga. Pengelola perpustakaan meskipun menguasai matematika dan pemahaman
angka, yang di perlukan dalam organisasinya adalah mengelolah uang yang
membutuhkan akal sehat dan kemauan untuk memiliki intuisi bagi lembaganya. Dan
jika berada pada posisi sebagai penanggung jawab anggaran maka harus menguasai
akuntasi, membaca dan memahami laporan akutansi di perpustakaan. Dan juga harus
mempelajarin pengambilan keputusan tentang anggran institusi tersebut dan
berfikir bagaimana unutk membuat yang mana yang lebih di prioritaskan demi
kebaikan lembaga.
Sebagai catatan Lisl Zach: “Dalam
rangka untuk bersaing secara efektif untuk sumber daya, penting bagi pustakawan
dan profesional informasi untuk menggabungkan gagasan-gagasan yang mendasari
pengelolaan keuangan ke dalam operasi sehari-hari mereka dan menjadi nyaman
dengan kosa kata dan teknik penganggaran.”
II.
Ringkasan
isi buku
a. Akutansi
Perpustakaan
umum dan lembaga pemerintah lainnya harus mematuhi dengan standar akutansi yang
diamanatkan. Yang terbaru adalah GASB ( singkatan Governmental Accounting
Standards Board, sebuah lembaga independen nirlaba yang mengeluarkan untuk
palporan keuangan pemerintah lebih lanjut tentang GASB dan perannya dapat
ditemukan melalui situs http:// haplr
-index.com/gasb34faq.htm.
Kegiatan kautansi adalah mebicarakan bagaimana mengukur biaya dalam
setiap kebutuhan perpustakaan pada setiap keguatan. Mengurangi biaya dengan
menganalisis kegiatan dalam tugas-tugas utama yang lebih penting dalam kemajuan
perpustakaan pada tujuannya.
Secara tradisional, lembaga menggunakan salah sau dari dua metode
akuntansi, yaitu uang tunai dan akrual berbasis. Akrual berbasis biaya catatan
akuntansi ketika item atau jasa ang di beli tidak peduli ketika di tagihan di
bayar dan pendaptan ketika ditagih tidak peduli ketika di terima.. catatan
akutansi berbasis kas biaya ketika benar-benar dibayarkan, dan pendapatan
ketika di terima. Akutansi berbasis akrual juga menyebar nilai asset modal di
masa manfaat asset tersebus bukan hanya meloparkan nilai pembelian mereka di
tahuan pembelian seperti akutansi berbasis kas.
Seorang manajer harus mampu memiliki kemapuan akutansi. Oleh karena
itu manajer harus mampu mempersiapkan atau mengaudit laporan keuang yang ada di
lembaga perpustakaan dalam seiap kegiatan yang berhubungan dengan uang harus
dilaporkan dan memperhitungakan apa saja yang perlu di danai dan tidak di danai
dalam kebutuhan perpustaakaan itu sendiri.
b. Membuat Anggaran
Pada dasarnya,
anggaran merupakan kegiatan memperkirakan biaya berbagai kegiatan perpustakaan
selama periode waktu tertentu (biasanya satu tahun). Dimana anggaran
mengalokasikan sumber daya perpustakaan menuju tujuan perpustakaan, meletakkan
rencana belanja untuk tahun berikutnya. Setelah penetapan anggaran, ketua dan
tim perpustakaan bertanggungjawab untuk mengikuti anggaran yang sudah dibuat
atau ditetapkan. Anggaran yang dibuat biasanya mencakup biaya pengeluaran atau
masukan yang diperoleh perpustakaan. Setiap masukan atau pengeluaran yang
dilakukan memerlukan bukti dalam bentuk laporan tertulis.
Perpustakaan
yang lebih besar dapat menggunakan petugas anggaran yang memikul tanggung jawab
utama untuk anggaran keseluruhan lembaga. Petugas anggaran akan bertugas dalam
memastikan dana yang dimiliki perpustakaan sesuai dengan pengeluaran yang akan
dilakukan. Jika perpustakan tidak memiliki dana maka petugas anggaran berperan
dalam mencari sumber yang bisa dijadikan dana sama ada memotong dari tempat
lain atau realokasi. Dengan melakukan penganggaran yang rinci segala
pengeluaran dan masukan yang diterima perpustakaan akan sentiasa terkawal di
awal tahun fiskal.
Direksi akan
memiliki tanggung jawab atas anggaran secara keseluruhan, sementara kepala
departemen atau manajer menengah lain mungkin mengawasi dana tertentu, atau
kategori anggaran. Seorang manajer pengembangan koleksi memiliki tanggungjawab
untuk dana akuisisi. Selain itu, tanggung jawab manajer anak-anak untuk dana
pemrograman anak-anak, dll. Manajer menengah yang bertanggungjawab dalam
mengelola anggaran juga perlu melaporkan segala jenis kegiatan yang menggunakan
dana kepada atasannya.
Jenis anggaran
yang digunakan oleh perpustakaan meliputi:
·
Lump sum.
Anggaran
lump-sum yaitu suatu dana yang diperoleh dari suatu yang tunggal atau indikasi
khusus seperti bantuan sumbangan dari swasta.
·
Rumus.
Anggaran rumus
mengalokasikan sumber daya sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
·
Line-item “pengeluaran”
Line-item
merupakan metode anggaran yang paling umum digunakan di perpustakaan, line-item
istirahat anggaran ke dalam beberapa kategori dan memberikan jumlah dolar untuk
masing-masing kategori. Metode Line-Item memudahkan untuk membandingkan
pengeluaran dalam kategori tertentu dari tahun ke tahun.
·
Kinerja.
Anggaran
kinerja fokus pada biaya aktual dan bahan yang dihabiskan dalam untuk kegiatan
atau program yang dilaksanakan dalam perpustakaan.
·
Program “fungsi”
Anggaran
Program didasarkan pada tujuan organisasi. Mereka menghubungkan uang yang
dihabiskan pada layanan atau program tertentu langsung ke tujuan organisasi
yang menunjukkan sumber daya yang dibutuhkan untuk memenuhi setiap tujuan
tersebut.
·
Berbasis nol.
Nol berbasis
anggaranmerupakan program dan layanan
perpustakaan memperkirakan biaya dan manfaat untuk setiap kegiatan yang diusulkan dan dianalisis untuk
memenuhi tujuan perpustakaan.
Ketika mempersiapkan anggaran setiap tahun,
dibutuhkan penyeimbangan pendapatan diantisipasi dengan proyeksi kebutuhan.
Perubahan kebutuhan perpustakaan diproyeksikan untuk menambah atau mengurangi
dana yang ada. Menyiapkan anggaran awal berdasarkan tahun lalu (dan tahun
sebelumnya) nomor serta rencana tahun ini, dan kemudian mengumpulkan masukan
dari kepala departemen dan pihak lain yang berkepentingan untuk membantu versi
final. Dengan rincian tersebut mencerminkan pendanaan perpustakaan dan
kebutuhan seakurat mungkin. Tergantung pada struktur perpustakaan, anggaran
akhir mungkin membutuhkan persetujuan dewan atau yang dari otoritas yang lebih
tinggi lagi. untuk dapat menjelaskan komponen-komponennya, dan untuk
membenarkan alokasi yang diminta
diperlukan untuk melakukan hal pelaporan secara tertulis dan secara
pribadi.
c. Melakukan Lebih Tanpa Anggaran
Kurangnya
dana negara terhadap dana yang dibutuhkan perpustakaan mengakibatkan lembaga
perpustakaan itu sendiri harus mampu melakukan lebih tanpa anggaran yang telah di
sediakan oleh pemerintah itu sendiri. Untuk memenuhi peningkatan
permintaaan untuk layanan elektronil seperti jurnal akademik dan data base
lainnya yang berbasis elektronik membutuhkan biaya yang mahal untuk
memilikinya. Perpustakaan juga bersaing dengan dapertemen kelembagaan lainnya
yang ada di lembaga itu sendiri. Pemasaran lembaga perpustakaan dnega membagi
ide-ide dalam mendapatkan dana yang lebih contohnya saja membuat profosal kerja
sama atau menerima donasi sebagai tambahan dana di perpustakaan.
d. Pendapatan
Dalam hal pendanaan perpustakaan bersaing dengan dapertement dan
lembaga penting lainnya. Maka dari itu perpustakaan harus mempunyai strategik
agar dapat meningkatkan pendanaan. Dalam peningkatan pendanaan suatu lembaga
perpustakaan membuat proposal dan memiliki pijakan dasar untuk mencari
dukungan. Anda dapat membuat hal tersebut secara terus menerus sehingga Anda
dapat mengumpulkan data statistik institusi lembaga perpustakaan untuk
menunjukkan biaya, manfaat dan pelayanan yang ada di perpustakaan.
Selain pendanaan dari lembaga pemerintah perpustakaan juga dapat mengajukan
hibah, sumbangan dan penggalangan dana
kepada ALA , karena ALA memiliki sejumlah
sumber daya yang membantu perpustakaan mengajukan hibah dan melakukan kegiatan
penggalangan dana lainnya. Mulai dengan memeriksa daftar ALA kita di asosiasi yang
disponsori atau mensponsori hibah, yang dapat ditemukan di http://www.ala.org/ tempat kerja/ penghargaan. Asosiasi Perpustakaan
Administrasi & Manajemen ALA (LAMA) juga mempertahankan penggalangan
dana dan keuangan. Bagian pengembangan dengan daftar dalam
menemukan informasi lebih lanjut pada bagian ini di http://www.ala.org/ala/ lama / lamacommunity / lamacommittees / fundraisingb /
fundrais ingfinancial.htm. Salah satu pendukung terbesar untuk
membangun struktur pendanaan alternatif untuk perpustakaan.
e.
Penggalangan Dana
Untuk
panduan ide-ide tentang penggalangan dana, bergabung penggalangan dana LAMA dan
daftar e-mail lalu bergabung di comaintain direktori belanja online ( “The
Shoppes Perpustakaan Lane,” di http://www.mitbc.org/library lane) dengan bergabung Anda dapat meningkatkan pelayanan
perpustakaan.
Menjalin kerjasama antara perpustakaan satu dengan yang lain,
untuk mengetahui informasi tentang perpustakaan lain kita dapat mengunjungi web
http://www.folusa.org. Sebagai seorang direktur atau manager disuatu
perpustakaan Anda perlu melakukan kerjasama dengan perpustakaan lain. Memanfaatkan
energi pendukung perpustakaan dengan cara yang konstruktif bisa mendapatkan
keuntungan perpustakaan moneter serta dapat menimbulkan dukungan masyarakat bagi institusi dengan advokasi untuk kedua
politisi dan masyarakat umum.
f.
Referenda
Sebagai manajer perpustakaan atau direktur,
Anda mungkin terlibat langsung dalam mengkoordinasikan kampanye referendum,
atau bertanggung jawab untuk menangani konsultan atau untuk menyediakan Teman
atau bantuan anggota dewan dalam upaya kampanye mereka. Proyek-proyek besar yang mengharuskan Anda untuk
mengembangkan anggaran modal yang mendukung aktivitas spesifik Anda. Anda harus
menunjukkan kebutuhan untuk pengeluaran modal besar, memperkirakan biaya, dan
bekerja untuk memperoleh pendanaan. Kemudian, Anda akan bertanggung jawab untuk
menggunakan dana tersebut dengan cara yang disetujui; bangunan hibah dan dana
yang disetujui.
g. Hibah
Perpustakaan besar mungkin mempekerjakan pengembangan
profesional yang bertanggung jawab untuk semua kegiatan hibah. Dalam lembaga
yang lebih kecil, namun, direktur atau manajer sering mengambil hibah di
samping tugas mereka yang lain. Ketika menulis sebuah aplikasi hibah,kita perlu
memanggil seseorang yg terampil dalam berkomunikasi untuk melukis gambaran yang
sangat jelas dari institusi kita, masyarakat, kebutuhan, dan penggunaan
ditujukan untuk dana hibah.
Kita akan perlu untuk dapat menentukan jumlah pendanaan
yang Anda inginkan, apa yang akan dihabiskan pada, dan manfaat khusus Program,
layanan, atau peralatan ini akan membawa kepada institusi dan / atau masyarakat.
Jika kita gagal untuk melakukannya, tidak peduli nilai proyek yang kita buat, proposal kita akan ditolak.
Pikirkan tentang bagaimana cara menunjukkan bahwa perpustakaan cocok
dengan pengambil keputusan lainnya, seperti CEO Anda, dewan sekolah, atau
walikota Anda. Gunakan strategi yang sama untuk mencocokkan tujuan dari proyek
yang diusulkan Anda dengan prioritas tubuh pemberian.
Hibah-menulis sumber meliputi:
·
ALA
Big Book of Library hibahUang.Panduan
dua tahunan ini adalah direktori besar yayasan dengan pola atau kepentingan
dalam memberikan untuk perpustakaan.
·
Bill
Becker “Perpustakaan Hibah Uang di Web: A Primer Sumber Daya,” Searcher November-Desember 2003:
http://www.infotoday.com/searcher/nov03/becker.shtml Daftar berbagai
sumber daya dan menyarankan strategi untuk mereka gunakan.
·
Yayasan
Pusat: http://fdncenter.org. Biaya bagian, bagian bebas, situs ini membantu dalam
menemukan donor dan menyediakan tutorial dan informasi tentang cara terbaik
untuk mengajukan hibah, serta link ke situs Web lain. Juga lihatcetak mereka Yayasandirektori dan Yayasan HibahIndex.• Perpustakaan HQ
“Pembiayaan dan Sumber Hibah untuk Perpustakaan:” http://www.libraryhq.com/funding.html. Termasuk link ke artikel, situs Web, program kemitraan,
beasiswa, yayasan, dan sumber daya menyarankan cetak.
·
Panduan
nirlaba: http://www.npguides.org. Menyediakan aplikasi hibah sampel dan informasi pada jenis
pertanyaan yang biasanya diminta dan materi yang biasanya diperlukan.
·
Menggunakan
keterampilan komunikasi dan pemasaran Anda, serta pemahaman Anda tentang
kebutuhan institusi Anda, untuk membuat hibah yang efektif dan menarik.
h. Donasi
Perpustakaan
mengumpulkan dana atau menerima sumbangan cukup besar untuk membentuk dana
pribada. Inventasi di peprustakaan menggunakan bungan programa dan lanyanan
tanpa menyentuh pemimpin perpustakaan . mencari donasi atau sumbangan para
inventaris bagi perpustakaan itu sendiri.
i.
Kemitraan
Kemitraan
adalah rekan kerja sama yang akan bersama sama dalam memberikan ide dan
melakukan kemajuan perpustakaan.
j.
Biaya Jasa
Banyak pustakawan publik menolak gagasan pengisian biaya pengguna, karena arus
informasi yang bebas dan sumber daya sangat penting untuk prinsip-prinsip
kepustakawanan publik. menunjukkan bahwa sebagian besar lembaga selalu
dikenakan untuk setidaknya beberapa layanan (fotokopi, biaya keterlambatan),
dan bahwa menambahkan biaya pemulihan biaya tambahan hanya praktek sebelumnya. Perpustakaan perusahaan
sering menggunakan biaya untuk layanan sebagai hal yang biasa, dan lembaga
akademis biasanya memungut biaya untuk salinan, pelanggan , dan sebagainya.
Sebagai administrator atau kepala departemen, Anda mungkin
terlibat dalam membuat biaya untuk layanan keputusan dalam institusi Anda
sendiri. Jika biaya untuk akses bukan penduduk ke Internet? Jika Anda
mengenakan biaya penyewaan video? Jika Anda mengenakan biaya untuk kelas atau
program? Jika Anda membangun sebuah program sewa buku untuk penjual terbaik
baru? Jika Anda memberikan layanan referensi berjenjang dan biaya bisnis lokal
untuk penelitian yang lebih luas oleh pustakawan yang berpengalaman? Semua
pilihan ini telah dibahas dan diimplementasikan di berbagai institusi.
k. Membuat
Kasus
Dalam membuat kasus untuk perpustakaan Anda dan terus (atau
peningkatan) pendanaan, mengambil beberapa pelajaran dari dunia bisnis, di mana
konsep Return On Investment (ROI) mengatur investasi. Telah banyak pembicaraan
baru-baru ini tentang menjalankan perpustakaan seperti bisnis yang, dalam arti
yang terbaik, berarti menekankan akuntabilitas dan efisiensi dalam semua
operasi Anda. Ini juga berarti mampu memasarkan jasa dan menunjukkan nilai mereka kepada orang-orang
yang mengendalikan dana perpustakaan Anda.
Anda mampu melakukan iklan untuk perpustakaan Anda, bahkan
jika hal ini tidak dalam deskripsi pekerjaan resmi atau jika Anda yakin bahwa
dana / prioritas stabil sebelum Anda datang ke kapal. Lawrence A. D'Urso,
Manager Layanan Dewasa, berbagai mengejutkan terbesar tentang posisi manajemen
sebelumnya: “Saya harus membentuk identitas dan kredibilitas untuk proyek dan
untuk diri sendiri dan saya salah satu orang staf dalam birokrasi sangat tegas
dan tidak fleksibel. Saya harus
melakukan banyak berbicara, membujuk, mendengarkan, negosiasi, memohon,
bersikeras, dan tidak hanya menggunakan semua
keterampilan interpersonal yang saya punya tapi belajar beberapa yang
saya tidak punya. Saya tidak mengharapkan untuk menjual dan mendapatkan penerimaan untuk
proyek dalam organisasi yang menciptakan proyek . punya kejutan yang sama,
tidak Berapa banyak dari perjuangan konstan itu adalah untuk mendidik
penyalur sumber daya tentang apa yang dilakukan perpustakaan , apa yang
pustakawan lakukan, dan terutama nilai bahwa layanan perpustakaan menambahkan
kepada lembaga, masyarakat, bangsa, dan terutama kehidupan dan karir dari klien
l.
Statistik dan kinerja tindakan perpustakaan.
Statistik dan ukuran kinerja muncul dalam bab ini karena
perpustakaan dana (atau kurangnya dana) sering tergantung pada kinerja yang
dirasakan . Hal ini berlaku apakah referendum gagal karena ketidakpuasan
masyarakat dengan pelayanan yang ada, lembaga akademis memilih untuk
menempatkan dana ke sumber daya komputer daripada gedung perpustakaan baru
karena “semuanya secara online ,”. Anda tidak akan menemukan petunjuk rinci
tentang pengumpulan data dan evaluasi di sini, melainkan gambaran tentang
kegunaan statistik dan ukuran kinerja. Ada sejumlah sumber daya yang dapat
membantu Anda memutuskan lebih spesifik apa yang harus dilacak dan bagaimana
melakukannya.
Memahami angka-angka ini akan membantu Anda mengalokasikan
sumber daya dan terlibat dalam perencanaan strategis. Anda tidak dapat bekerja
secara efektif tanpa fakta yang akurat, angka, dan statistik tentang demografi
perpustakaan Anda, tentang penggunaan sumber daya elektronik dan lainnya,
tentang departemen atau alur kerja lembaga, atau tentang biaya individu jasa.
Sadarilah bahwa sejumlah statistik ini dikumpulkan untuk Anda secara otomatis,
dan memanfaatkan orang-orang yang dengan mudah Anda inginkan. Lihatlah laporan
sistem sirkulasi otomatis Anda dapat menghasilkan, atau di laporan penggunaan
database yang tersedia dari vendor sumber daya elektronik Anda.
Anda perlu menentukan baik apa yang harus melacak dan
bagaimana menggunakan statistik ini untuk memberikan pemahaman tentang nilai
lembaga untuk komunitas yang lebih besar atau organisasi. Anda juga perlu
menerjemahkan data mentah, menyortir dan mengorganisir apa yang paling relevan bagi Anda. Hal ini berlaku
apakah Anda menggunakan informasi ini untuk membuat keputusan Anda sendiri atau
untuk mempengaruhi orang-orang. Ketika memberikan informasi statistik untuk
pengambil keputusan , pastikan untuk menerjemahkan bahan ini ke dalam istilah
yang masuk akal bagi mereka. Minimalkan penggunaan jargon perpustakaan;
menunjukkan mengapa ukuran tertentu penting dan berguna; menyadari
kecenderungan statistik untuk menyederhanakan dan tidak bergantung sepenuhnya
pada nomor baku.
Lihatlah ukuran statistik tradisional Anda untuk memastikan
bahwa mereka masih mencerminkan realitas perpustakaan Anda saat ini. Bagian
dari menyesuaikan diri dengan mengubah meliputi pengukuran yang berubah
statistik. Ini termasuk akses dan penggunaan
angka sirkulasi, atau ketersediaan sebagai lawan kepemilikan. Beberapa
perpustakaan dimaksudkan untuk menghasilkan keuntungan, sehingga Anda perlu dalam situasi ini untuk mengelola
angka-angka. Ini melibatkan biaya untuk menyediakan layanan (termasuk gaji,
fasilitas, dan akses ke database elektronik), dan mencari proyeksi pendapatan
dari layanan yang Anda pungut(termasuk pencarian database dan pembuatan
laporan). Bahkan jika Anda tidak niat untuk menghasilkan keuntungan,
menunjukkan nilai Anda ke lembaga atau komunitas adalah penting untuk semua
jenis perpustakaan. Juga menggunakan statistik umum ketika membuat kasus Anda.
Studi secara konsisten menunjukkan, misalnya, bahwa perpustakaan sekolah yang
baik terkait dengan nilai tes ditingkatkan. Apa media center sekolah tidak
dapat menggunakan berita ini untuk berdebat untuk pendanaan?
Sebuah latar belakang perpustakaan sangat berguna dalam
membuat angka, anggaran, dan statistik. Tanpa pemahaman tentang cara
perpustakaan bekerja dan kemampuan untuk menerjemahkan data ke dalam arti, ini
tetap hanya nomor. Jangan biarkan angka atau statistik mengintimidasi Anda;
hanya melihat mereka dalam hal apa yang Anda dan perpustakaan Anda sudah
lakukan .
III.
Keunggulan
Buku
a.
Keterkaitan
antar Bab
Didalam buku ini keterkaitan antar bab sangat
berkaitan karena dalam buku ini judul antar bab saling berhubungan.
b. Kemutakhiran
isi buku
Setiap bab membagi bagiannya sesuai dengan judul bab
tersebut serta memaparkan isi yang sesuai dengan pembahasan dan memberikan
situs-situs yang berhubungan dengan isi buku.
IV.
Kelemahan
Buku
a.
Keterkaitan
antar Bab
Bahasa yang di gunakan menggunakan bahasa
internasional yang terlalu baku sehingga sulit di mengerti.
b.
Kemutakhiran isi
buku
Kurangnya pemaparan contoh terhadap bab yang di
bahas. Contohnya saja hanya memberikan situs pencarian dalam isi buku yang di
bahas.
V.
Implikasi
terhadap :
a. Teori/Konsep
Konsep dalam penegelolaan dana perpustakaan
yang menggunakan GASB ( singkatan
Governmental Accounting Standards Board, sebuah lembaga independen nirlaba yang
mengeluarkan untuk palporan keuangan pemerintah. Dapat membantu bagaimana
peraturan dalam pembuatan dana anggaran yang telah di dpaat.
b. Program pembangunan di Indonesia
Calon manajer perpustakaan harus mampu membuat
anggaran dana di perpustakaannya sendiri tanpa meminta bantuan orang lain.
Karena seorang manajer harus memiliki kemampuan akutansi dan memiliki jiwa yang
murni dalam melakukan kegiatan anggaran dana yang digunakan untuk pembangunan
peepustakaan.
c. Analisis mahasiswa (posisi kritis mahasiswa)
Sebagai mahasiswa calon pustakawan harus mampu
mempersiapkan dirinya dalam menerima tanggung jawab sebagai manjer keuangan
dalam lembaga perpustakaan yang bukan hanya memiliki kemapuan dalam akutasi
keuangan namun juga memiliki jiwa murni yang dapat mengelolah dana dengan baik
dan benar yang berguna untuk tujuan perpustakaan itu sendiri
VI.
Kesimpulan
Dan Saran
Judul buku ini
membahas tentang pengaturan dana yang di miliki perpustakaan. Yang harus
memiliki kemapuan akutansi, membuat anggaran yang baik dan benar, memilki
ide-ide yang baik dalam melakukan pencarian dana yang lebih untuk perpustakaan.
Daftar
Pustaka
Gordon,
Rachel Singer, 2004 . The Accidental
Library Manage. Amerika Serikat : United state Amerika Serikat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar