Selasa, 13 November 2018

Metadata Dublin Core

Wilantika Ramadhani 
0601162002
IP-1 
Semester V 


Metadata Dublin Core 


Dublin Core adalah salah satu standart metadata yang digunakan dalam deskripsi sumber informasi digital . Standart Metadata Dublin Core memiliki 2 tingkat ketelitian yaitu sederhana  ( simple) dan tingkatan spesifik ( qualified). Tingkat Simple terdiri dari 15 unsur yang mendeskripsikan isi dari sumber informsi yaitu :
a.       Judul : judul dari sebuah sumber
b.      Subjek : topic dari sumber informasi seperti kata kunci, frase atau kode klasifikasi
c.       Deskripsi Singkat : catatan penjelasan singkat dari sebuah sumber informasi
d.      Tipe Sumber Informasi : jenis dari sumber informasi yang mnejelaskan bentuk, media fisik atau dimensi dari sebuah sumber informasi contohnya Type = “ image “.
e.       Sumber ( untuk bentuk yang dialihmediakan )
f.       Hubungan ( dengan sumber Informasi lain ).
g.      Cakupan ( wilayah ruang dan waktu )
h.      Pembuat ( creator bukan author )
i.        Penerbit
j.        Kontributor ( yang tururt dalam penciptaan )
k.      Hak ( hak akses, hak cipta juga dapat memuat sebuah tautan pada halaman yang menuju pada pernyataan hak )
l.        Tanggal
m.    Format ( termasuk ukuran dan jenis sebuah sumber informasi )
n.      Pengindentifikasi ( identifier yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi sebuah sumber informasi )
o.      Bahasa ( Agung, 2010 : 12 )

Sedangkan tingkat qualified menambahkan 7 unsur yaitu :
a.       Audience ( Pembaca / konsumen dari suatu objek )
b.      Provenance ( segala perubahan kepemilikan )
c.       Rights holder ( pemegang hak cipta )
d.      Introductional method ( sbeuah proses yang didukung sumber : proses belajar)
e.       Accrual method ( metode akusisi )
f.       Accrual Priodicity ( frekuensi pemsukan barang )
g.      Accrual Policy ( kebijakan penambahan )
Ada 3 prinsip yang diperlukan untuk membuat metadata Dublin Core yaitu :
a.       Prinsip Dumb-Down . Prinsip ini hanya menyaring kualifikasi bukan menambahkan cakupan semantic dari suatu objek.
b.      Prinsip One-to-One. Prinsip yang mengasumsikan bahwa suatu manifestasi terdiri dari lainnya . contohnya Lukisan, bukan hanya pencipta lukisan tersebut yang dituliskan namun juga pencipta lukisan yang mengahli media dalam bentuk digital juga akan dituliskan.
c.       Nilai yang tepat, Penulisan yang tepat pada beberapa unsur atau qualifier sangat beragam tergantung koneksinya tapi secara umum yang menginplemtasikan tidak dapat memprediksi siapa menginterpresentasikan Dublin core karena tidak selau mesin yang melakukan metadata tersebut.





Marlyn Deega dan Simon Tanner dalam Digital Futures, startegies for the Information Age menyebutkan bentuk digital dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :
a.       Teks digital yaitu slaah sau bentuk digital bentuk tulisan murni. Bentuk ini merupakan bentuk digital pertama yang berhasil diciptakan. Dengan menggunakan bilangan biner ( yaitu 0 dan 1 ) , sebuah huruf ditandai dengan sebuah table relasi standart. Setiap nilai dalam satuan byte yang terdiri dari 8 bit membenruk angka yang merujuk pada satu huruf dalam sebuah table konversi. Tabe; konversi yang biasanya digunakan adalah table ASCII, American Standart Code for Information Interchage.
b.      Hypertext, Multimedia dan gambar. Jenis ini adalah jenis bentuk digita yang lebih rumit dari sekedar sebuah table ASCII Hypertext dan gambar membutuhkan table atau aplikasi yang lebih besar disbanding teks digital untuk menampilkan informasi yang dapat diterjemahkan atau dilihat.

Agung ( 2010 ) . Pemanfaatan Dublin Core sebagai Metadata pada Aplikasi X dalam Deskripsi Koleksi Digital . Skripsi Fakultas Ilmu Pengatuhan Budaya Program Studi Ilmu Perpstakaan Universitas Indonesia.

Hynes, David ( 2004 ). Metadata for Information Manajemen and Retrival . London : Facet Publishing.

2 komentar:

Maulida Hafni mengatakan...

Sangat bermanfaat dn menambh pengetahun tntng metadata dublin core 👍👍

MissMJ mengatakan...

good.

Nilai: A

Pola Prilaku Kebutuhan Informasi

Pola Prilaku kebutuhan Informasi Mahasiswi penghuni asrama Universitas Medan Area Lantai 5 Wilantika Ramadhani Penghuni Asrama Put...